Jakarta - PT Pertamina EP ternyata masih belum mampu memenuhi target produksi minyak sesuai yang ditetapkan dalam APBN-P 2011. Dari target sebesar 132.000 barel per hari, Pertamian EP hanya mampu memproduksi minyak sebesar 122.350 barel per hari berdasarkan data tanggal 5 September 2011.
Sebaliknya Chevron Pacific Indonesia berhasil melampui target produksi minyak yang ditetapkan oleh Pemerintah dengan jumlah produksi minyak mencapai 357.680 barel per hari dari target 356.820 barel per hari.
Berikut data Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (BPMIGAS) dalam paparannya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI pada Kamis, 8 September 2011:
1. PT Chevron Pacific Indonesia
- Realisasi: 357.680 barel per hari (bph)
- APBN-P: 356.820 bph
2. PT Pertamina EP (Own+Mitra)
- Realisasi: 122.350 bph
- APBN-P: 132.000 bph
3. Total Indonesie E&P (Kaltim)
- Realisasi: 84.460 bph
- APBN-P: 92.000 bph
4. ChonocoPhillips Blok B (Natuna)
- Realisasi: 52.490 bph
- APBN-P: 54.000 bph
5. CNOOC.SES
- Realisasi: 38.320 bph
- APBN-P: 40.000 bph
6. Chevron Indonesia Co.
- Realisasi: 27.200 bph
- APBN-P: 28.000 bph
7. PHE (ONWJ)
- Realisasi: 31.710 bph
- APBN-P: 31.000 bph
8. Medco Sumatera (Rimau + SSE)
- Realisasi: 24.270 bph
- APBN-P: 22.360 bph
9. BOB Pertamina - Bumi Siak Pusako
- Realisasi: 16.390 bph
- APBN-P: 16.600 bph
10. PetroChina International (Jabung)
- Realisasi: 17.540 bph
- APBN-P: 18.000 bph
Realisasi produksi minyak dan kondensat hingga 5 September 2011 sudah mencapai 905.210 barel per hari. Sementara untuk tahun 2012, pemerintah akan mematok produksi minyak RI pada angka 950.000 barel per hari.